Profil

Andy Wibowo, Punya Kapal Pesiar Mewah Yang Dulu Pernah Kerja di Bengkel

Oleh : gabriela - Sabtu, 04/01/2020 11:10 WIB

Andy Wibowo bersama dua jagoannya yang kini mengikuti jejaknya di ajang balap gokart. (foto : gandasari)

Gandasariracing - Dia masih seorang anak menuju remaja. Naik kelas bar 2 SMP. Umurnya masih sangat belia. Tapi, sejak dini ia sudah membangun keuletan dalam bekerja dan itu menjadi modal dasar yang menapak ke dunia bisnis.

Jeli dalam melihat peluang, dan sedikit nekat, membuat Andy Wibowo sosok pengusaha tangguh dan sekarang dikenal banyak orang, mulai dari masa masyarakat biasa hingga Jenderal.

Adalah  Andy Wibowo , bos perusahaan PT Gandasari Group, yang bergerak di banyak lini usaha. Ya hanya pertambangan, perminyakan, juga menekuni usaha perhotelan hingga perkapalan, dan bahkan punya tim balap.

Dengan bisnis yang mulai menggurita, Andy Wibowo termasuk dalam kelompok pengusaha muda yang sukses dan diperhitungkan.

Andy Wibowo termasuk satu di antara sedikit pengusaha nasional yang punya kapal pesiar mewah.

Selama 8 hari terakhir wara-wiri di Teluk Lampung, termasuk lego jangkar di Dermaga Tegal Mas. Tiba di Lampung sejak 24 Desember 2019, dan kembali ke Jakarta pada 1 Januari 2020 usai merayakan pergantian tahun.

Selamat merapat di Tegal Mas, Andy Wibowo bersama keluarga dan kru tidak menginap di vila atau hotel di kawasan Lampung. Mereka tetap di atas kapal.

Mengapa? Karena ternyata kapal tersebut dilengkapi 4 kamar yang fasilitas di dalamnya seperti hotel bintang 5. Juga ada ruangan khusus untuk karaoke. Dan, banyak fasilitas teknologi canggih melengkapinya.

Andy Wibowo melalui pergantian tahun 2019 ke 2020 di teluk Lampung bersama keluarga dan para karyawan yang ikut di kapal pesiar. Dan juga bersama owner Tegal Mas, Thomas Riska, dan beberapa tamu khusus lainnya.

Untuk merayakan tahun baru tersebut, Andy Wibwoo mendatangkan band favoritnya. Tiba 30 Desember, band tersebut menghibur tetamu pada 31 Desember sampai pergantian tahun.

Kembali ke cerita soal Andy Wibowo menapak kesuksesan, bagaimna dia bisa menjadi miliuner padahal dulunya ia berjualan ayam potong?

Begini ceritanya. Saat duduk di bangku SMP di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menjelang kenaikan kelas 1 ke kelas 2, ia membangkang kepada orangtuanya lantaran ingin hidup mandiri. Andy Wibowo  ingin cari duit sendiri.

Maka, dia tinggalkan sekolahnya dan menuju ke Bandung. Di Kota Kembang ini, selama 3 bulan ia bekerja di bengkel. Padahal, sejatinya ia dari keluarga sangat berkecukupan.

Orang tua memanggilnya pulang. Dia diminta sekolah kembali. Bahkan SMP tempatnya bersekolah memberi dispensasi untuk tetap melanjutkan sekolah.

Dan melihat tekad Andy untuk berbisnis, ayahnya memberinya unit mobil Pick Up. Modal mobil itulah yang kemudian dijalankan Andy dengan berjualan ayam potong.

Ia membeli ayam potong dari peternak dan kemudian menjualnya ke pasar. Mulanya hanya laku 10 sampai 20 potong. Untungnya sedikit.

Tapi, berkat keuletannya, dalam waktu singkat Andy Wibowo menguasai penjualan ayam potong di pasar tersebut. Padahal, ketika itu ia masih berumur 12 tahun.

Tak berhenti di situ, ia memanfaatkan mobil Pick Up dari sang ayah untuk mengangkut sayuran dan dijual kembali ke pasar.

"Saya memanfaatkan secara maksimal semua peluang yang ada. Waktu jeda dari jualan ayam potong saya gunakan untuk mengangkut sayur," tutur Andy Wibowo.

Dari jualan sayur dan ayam potong, Andy terus menempa diri dengan menggeluti berbagai bidang usaha. Ia bahkan pernah berbisnis bauksit dan juga minyak.

Hingga kemudian, seperti secara jujur diakui ia sempat berurusan dengan hukum. "Saya masih usia 21 tahun waktu itu," katanya. Namun, pihak yang tidak suka melihat kesuksesannya,melihat dia sebagai sebuah ancaman.

Malah, ia kemudian diberi cap oleh pihak tersebut sebagai bos mafia. "Masa`anak umur 21 tahun bisa jadi bos mafia," katanya tertawa.

Selepas dari urusan hukum, yang dianggap sebagai ujian baginya untuk naik ke level yang lebih tinggi, Andy Wibowo terus melebarkan usahanya.

Modal utama yang terus ia genggam sejak menggeluti bisnis saat masih duduk di bangku SMP, adalah keuletan dan jeli dalam melihat peluang bisnis.

Saat memulai suatu usaha, Andy mengaku benar-benar total dalam menjalankannya. Ia bercerita pernah hidup di dalam hutan, hidup di bedeng-bedeng.

Dan, ia bersyukur, sang istri, Nadia Fransisca, sangat telaten menemani. Bahkan, sang anak pun sempat ikut hidup susah di dalam hutan.

"Saya lihat Bapak sangat ulet, tidak pernah menyerah," tutur Nadia, sang istri tercinta.

Dia pun mengakui, cobaan dalam kehidupannya datang tidak sekali dua kali. Pernah, saat baru melahirkan, cobaan itu datang.

"Saat berumah tangga pun kami memulainya dengan perjuangan. Duit kami waktu itu hanya Rp 15 juta. Usia saya masih 18 tahun. Tapi, saya nekat untuk menikah," ujar Andy sembari melirik sang istri.

Setelah menikah pun, mereka pernah hidup di kamar kontrakan, bahkan pernah menumpang di rumah teman.

Andy Wibowo bersyukur kini hidup bisa lebih baik, bahkan jauh lebih baik.

"Kunci utamanya adalah keuletan dan jeli dalam melihat peluang bisnis," ujarnya, seraya mengakui, beberapa orang sangat berperan dalam hidupnya, termasuk menyelamatkannya dari berbagai masalah.

Pria yang jago masak dan hobi balap ini dikaruniai 4 anak dengan 2 cowok dan 2 cewek, Aditya Wibowo dan Calvin Wibowo, anak pertama dan kedua mengikuti jejak sang ayah yang merupakan pembalap serba bisa dari balap motor, motocross, balap mobil hingga gokart.

Aditya (10 tahun) dan Calvin (8,5) adalah pegokart juara nasional pada 2016 (Adit), 2017 dan 2018 (Calvin) untuk kelas Cadet.

Teranyar, Aditya menyabet juara 1 Kelas Mini Rok Final Asian Karting Open Championship di Kartodromo de Coloane, Macau, 8 Desember 2019 lalu.

 Salah satunya dengan menumbangkan juara dunia kelas Mini60, Rashid Al Dhaheri dari Uni Emirat Arab. (gabriela, dari berbagai sumber)  

   

Artikel Terkait